RS Siloam Kupang Beri Edukasi Kesehatan Otak Lewat Pemutaran Fim 3D

Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono memberikan penjelasan terkait pemutaran film 3D Menjaga Kesehatan Otak. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Rumah Sakit (RS) Siloam Kupang bekerja sama dengan UPH School of Medicine dan Tim Bedah Saraf Siloam menggelar pemutaran film 3D dan edukasi kesehatan otak.

Kegiatan ini berlangsung di Cinepolis Lippo Plaza Kupang Sabtu (13/7/2024) sore, dan dihadiri oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTT drg. Iien Adriany, Asisten III Sekda Pemerintah Kota Kupang Yanuar Dally, masyarakat umum dan tenaga medis.

Pemutaran film ini mengusung tema “Kehebatan Otak Manusia dan Penyakit yang Mengancam” dan menghadirkan sejumlah narasumber profesional diantaranya, Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, dr. Donny Argie, dr. Elric Brham Malelak, dan dr. Yustinus Robby B. Gondowardjojo.

Direktur Medis RS Siloam Kupang dr. Putry mengatakan, pemutaran film 3D ini menghadirkan pakar di bidang spesialis bedah saraf yang akan memberikan edukasi tentang bagaimana menjaga kesehatan otak.

“RS Siloam Kupang selalu memberikan suport kepada kegiatan ini. Sebagai rumah sakit tipe B di NTT, tidak jarang kami mendapatkan pasien yang terlambat datang atau terlambat diagnosis,” kata dr. Putry.

Ia berharap edukasi kepada masyarakat bisa menjadi salah satu sarana, agar ke depan penanganan terhadap masalah kesehatan otak bisa dilakukan lebih baik.

BACA JUGA:  Restu Bintang Mercy untuk Melki Laka Lena Berlaga di Pilgub NTT

“Di RS Siloam, kami punya 3 dokter ahli bedah saraf, ditunjang pula tim keperawatan dan medis. Selain itu kami punya peralatan yang cukup canggih. Kami punya CT Scan, Magnetic Resonance Imaging atau MRI, Microscop Bedah Saraf, dan layanan Cath Lab,” terangnya.

“Kami berharap dengan adanya pemutaran film ini menjadi mimpi kita bersama, sehingga layanan kesehatan otak semakin hari semakin baik, sehingga pasien-pasien bisa dilayani di Kota Kupang, NTT. Tidak perlu kita rujuk ke luar,” pungkas dr. Putry.

Sementara itu, dokter ahli bedah saraf Prof. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono mengatakan, proses bedah otak memang sangat sulit.

Ia menyebut, belum lama ini RS Siloam Kupang, untuk pertama kalinya di NTT pihaknya melakukan operasi mikrovaskular.

“Sehingga orang kalau mau bedah otak, itu harus ada temanya. Tidak bisa melakukan sendirian,” ujar dr. Eka Wahjoepramono.

Ia berharap melalui film tersebut, masyarakat NTT semakin teredukasi, dan jika mengalami masalah kesehatan otak, tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri. (*)