“Seluruh anggaran perencanaan anggaran Pemda itu kita awasi. Kita harapkan ada peningkatan kualitas perencanaan anggaran Pemda, agar uang rakyat itu disalurkan dan dipakai dengan baik,” ungkapnya.

Dikatakan Rizal, BPKP Provinsi NTT juga terus berkolaborasi dengan inspektorat di setiap Pemda, agar uang negara bisa diselamatkan.

“Harapan saya untuk Pemda di NTT, pertama pastikan kualitas tata kelola keuangan itu bagus, tentu dimulai dari perencanaan yang bagus. Kedua, tentu kita berharap, anggaran itu harus bermanfaat untuk kepentingan rakyat,” jelasnya.

Rizal menamabahkan, tahun 2024 ini, BPKP NTT terus melakukan Pengawasan terhadap sejumlah Proyek Strategis Nasional di NTT, diantaranya: PSN Pengembangan Pelabuhan Kupang, PSN Terminal Multipurpose Labuan Bajo, PSN Bandar Udara Komodo – Labuan Bajo, PSN Bendungan Napun Gete, PSN Bendungan Temef, PSN Bendungan Manikin, PSN Bendungan Mbay, PSN Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA), PSN Program Pengembangan Kawasan Perbatasan PLBN Oepoli, PSN Program Pengembangan Kawasan Perbatasan PLBN Napan, PSN Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pembangunan Kawasan Otorita Labuan Bajo Flores, dan PSN Food Estate Provinsi Nusa Tenggara Timur.