Ia menambahkan, jika ada kader apalagi pengurus DPP yang berkeinginan maju menjadi calon kepala daerah maka bisa mengikuti saja mekanisme rekrutmen dari tingkat Kabupaten/Kota.
“Atau bisa saja datang ke DPP menemui saya selaku Wakil Sekjend Bidang Pemenangan Pemilu DPP Golkar Wilayah Bali, NTB dan NTT agar bisa masukan namanya untuk disurvei,” katanya.
“Jadi sangat tidak beralasan jika ada yang mengatakan Melki Laka Lena membuat Partai Golkar menjadi tertutup dan melanggar aturan, mungkin yang bersangkutan kurung komunikasi dengan teman-teman di daerah dan kita yang ada di DPP,” ujar Herman Hayong menambahkan.
Sebelumnya, Sebastian Salang menyebut Melki Laka Lena menjadikan Golkar partai tertutup serta mengangkangi aturan dengan mengabaikan keputusan Rapat Pimpinan Daerah Golkar.
Menurut Sebastian Salang, Melki Laka Lena menjadikan Partai Golkar partai tertutup, karena mengubah aturan atau keputusan Rakorpim itu secara sepihak.
Aturan yang dimaksud Sebastian Salang itu terkait keputusan Rakorpim yang memutuskan Partai Golkar mesti terbuka menerima semua pendaftaran bakal calon Gubernur maupun Wakil Gubernur NTT.





Tinggalkan Balasan