“Kita tidak mengejar itu, tapi pada momentum ini juga kami memberitahu sedikit perkembangannya dari Perusahaan ini. Bahwa kondisi hari ini juga menjadi tantangan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari,” kata Sudirman.
Dikatakanya, Perumda Tirta Komodi bergerak pada 3 aspek utama, yakni aspek keuangan. Pada aspek keuangan salah satunya mengenai tarif dasar air minum, dimana untuk kabupaten Manggarai masih di bawah standar dengan menggunakan tarif kesepakatan pada tahun 2019, yaitu sebesar Rp 3418 per meter kubik.
Kemudian selanjutnya kata Sudirman, aspek administrasi. Disini pihaknya menyampaikan bahwa setelah diaudit selama 3 tahun berturut-turut oleh lembaga auditor independen sejak 2021-2022, mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada kondisi ini sudah mendapatkan laba, dimana sudah bisa membiayai pendapatan dengan pengeluaran.
“Atas izin dan petunjuk maupun keputusan Bapak Bupati Manggarai, kami sudah berkontribusi kepada pemerintah daerah dalam bentuk PAD, yakni setiap tahun berkontribusi Rp 600 juta. Tahun sebelumnya masih berkontribusi Rp 500 juta, dan tahun 2023 naik dan tambah Rp 100 juta,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan