Sudirman juga menyampaikan bahwa dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan, maka ada revolusi IT yang dilakukan pada manajemen Perumda Air Tirta Komodo dalam bentuk digitalisasi pembayaran. Jadi sistem pembayaran rekening air tidak lagi pakai manual. Mitra yang sudah dibangun itu melalui PT Pos, BRI, Bank NTT, dan Bank Mandiri.

Sementara Bupati Manggarai, Hery Nabit, dalam kesempatan itu mengapresiasi atas capaian yang diperoleh Perumda Tirta Komodo. Bahwa usia 43 saat ini, Perusahaan itu sudah sangat matang. Tentu selama ini telah bertanggung jawab bagi kepentingan orang banyak. Mendapat kritik itu wajar, dan itu berarti ada masalah.

“Tetapi kita juga harus melihat apakah kritiknya bersifat membangun, kalau yang tidak dengar saja. Tapi saya melihat perusahaan ini sudah memberikan yang terbaik. Perlu diketahui, bahwa kita menerima tugas hari ini, karena sudah ada yang mendahuluinya. Mereka yang sudah bekerja dan memasang fondasi di awal,” katanya.

Sehingga lanjut Bupati Hery, merayakan keberhasilan bukan untuk menyebut nama sendiri tetapi untuk semua yang sudah bekerja. Bahwa dalam perjalanannya, Perumda Air Minum Tirta Komodo tentu mengambil untung dari rakyat atau pelanggan. Maksud itu untuk mengembangkan perusahaan ke depan atau biat tetap hidup.

Bupati juga singgung soal debit air di sejumlah sumber yang mengalami penurunan. Bahkan sudah tidak ada airnya. Sehingga semua pihak diminta untuk menjaga kelestarian hutan, khususnya di sekitar sumber mata air. Pihak Perumda Air Tirtra Komodo, untuk wajib dan terus gencar melakukan reboisasi di seluruh sumber mata air yang ada.

“Saya berterimakasih untuk semua masyarakat yang ikut hadir dalam acara HUT hari ini. Saya berharap Perumda Tirta Komodo, tahun ini dan kedepan akan masuk ke wilayah yang belum dilayani air minum, seperti Kecamatan Rahong Utara dan Reok Barat,” pinta Bupati Hery.