Ia menjelaskan, NTT memiliki potensi yang sangat kaya di sektor pariwisata, sehingga potensi Bank Devisa sangat besar. Meski demikian, Hilarius menerangkan bahwa hingga saat ini, manfaat atau benefit dari Bank Devisa belum sepenuhnya terasa.
Artinya Bank Devisa adalah investasi jangka panjang bagi Bank NTT untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
“Kalau dilihat dari benefit yang kita dapatkan saat ini, belum ada artinya dengan cost yang sudah kita keluarkan. Mungkin jauh ke depan, karena NTT ini provinsi yang bergerak di bidang pariwisata. Mudah-mudahan ke depan bisa menutup, minimal break event untuk beberapa tahun ke depan,” jelas Hilarius.
Selain pariwisata, NTT juga merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, dan NTT juga memiliki banyak Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang ada di luar negeri. Hal ini diyakini akan mendongkrak transaksi remittance di Bank NTT.
Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank NTT Christofel Adoe menyampaikan, Bank NTT juga membutuhkan masukan-masukan dari Bank DIY agar kedua bank bisa berkembang bersama-sama ke depan.



Tinggalkan Balasan