Dalam ungkapannya, ia menyatakan, “Terima kasih kami ucapkan kepada IMS dan MTT yang sudah mau berbagi kepada kami di sini. Alhamdulillah Lebaran kali ini kami mempunyai beras untuk dimasak dan dimakan bersama.”

Ucapan ini menggambarkan betapa berharganya bantuan yang diberikan dalam momen yang berarti seperti Idul Fitri.
Ustadz Imron Faidzin mengatakan ada pun ungkapan Ibu RT terkait kondisi sulit di Dusun Kuruk Labelen, di mana harga beras yang mahal dan akses terhadap air yang terbatas menjadi tantangan yang nyata bagi masyarakat setempat.

Selain itu, para janda lansia dan tidak memiliki pekerjaan ikut berpartisipasi dalam acara meskipun dengan keterbatasan, menunjukkan betapa berharganya momen kebersamaan ini bagi mereka.

Tidak hanya di Dusun Kuruk Labelen, IMS dan MTT juga menyalurkan 28 paket lebaran langsung kepada mualaf di Desa Menanga dan kepada para yatim dan dhuafa di Desa Lewogeka, yang merupakan desa dengan kasus Stunting tertinggi ke-3 di Solor Timur.

Tindakan ini mencerminkan komitmen untuk membawa kebahagiaan dan keberkahan tidak hanya kepada satu komunitas, tetapi juga kepada yang membutuhkan di berbagai tempat.