“Kalau tidak seperti itu kami tidak mungkin bertahan hidup disini,” ungkapnya.
Meski ketersediaan peralatan yang cukup, kata Andeas, ia berharap kedepannya ada penambahan mesin cuci darah, sehingga tidak terjadi antrian diantara pasien.
“Karena itu kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Rumah Sakit, karena dengan cara atau gaya pelayanan mereka selama ini terbukti kami masih bisa bernafas,” tandasnya. (*)
Halaman







Tinggalkan Balasan