Pimpinan Bank NTT KCU Kupang juga menyampaikan, kegiatan penjualan makanan takjil oleh UMKM binaan Bank NTT sudah berlangsung sejak awal Ramadhan. “Makanan yang dijual selalu habis. Saya juga salah satu pembeli di situ,” terangnya.
Ia menjelaskan, selain pemberdayaan terhadap pelaku UMKM, pihaknya juga menyiapkan kanal-kanal pembayaran non tunai. Hal ini untuk mengedukasi warga yang ingin bertransaksi menggunakan mobile banking B Pung Mobile Bank NTT.
“Seiring program direksi Bank NTT tahun 2024 ini, yakni mendorong masyarakat untuk bertransaksi tidak menggunakan uang tunai. Kita utamakan transaksinya. Kita edukasi transasksi non tunai. Kanal QRIS sudah ada, jadi bisa digunakan,” terangnya.
Sementara itu, Dwina selaku pelaku UMKM Antique Kitchen yang menjadi binaan Bank NTT mengaku, pihaknya mendapat banyak keuntungan dari hasil menjual takjil di depan halaman Kantor Bank NTT Cabang Utama Kupang.
“Alhamdullilah, ada keuntungan. Kadang habis, tapi kadang masih ada sisa. Yang beli banyak, kadang orang pulang kantor sering beli. Ada yang membeli menggunakan QRIS,” tandasnya. (*)



Tinggalkan Balasan