Ia menjelaskan, diharapkan pengalaman yang diperoleh guru Paud di UT bisa langsung diterapkan di kelas.

Sehingga perlahan-lahan bisa memperbaiki kualitas proses pembelajaran terutama dalam menjawab kebutuhan belajar anak.

Ia juga menerangkan, tahun ini Pemda telah mengeluarkan biaya sebesar Rp2.500.000 per mahasiswa dan per semester.

“Artinya satu tahun Pemda menyiapkan anggaran sebesar Rp5 juta per mahasiswa dan per tahun. Dan itu bersumber dari DAK Spesifik Grand (SG),” terangnya.

Dikatakannya, program pemerintah pusat saat ini adalah bagaimana guru dapat melayani pembelajaran yang berpusat pada murid. Sebab saat ini literasi pendidikan di Kabupaten Manggarai masih tergolong rendah.

Kendati demikian, dengan program ini ia berharap agar bisa mendongkrak presentasi literasi dasar di Kabupaten Manggarai.

“Apalagi dari Laud transisi ke SD yang menyenangkan. Jadi saya berharap dengan para mahasiswa yang mengikuti pendidikan ini, mereka pulang langsung menerapkan itu kepada peserta didik,” harapnya.