Imelda Anin dan Kasmirus Kopong Dilantik Jadi GM dan Wakil GM KSP Kopdit Swasti Sari

Pelantikan GM dan Wakil GM Swasti Sari. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – Imelda Anin, S.AB dan Kosmirus Kopong, S.Pd resmi dilantik menjadi General Manager dan Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari periode 2024-2028.

GM dan Wakil GM KSP Kopdit Swasti Sari dilantik oleh Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Lambertus Ara Tukan, di Hotel Kristal Kupang, Senin 8 Januari 2024 pagi.

Imelda Anin mengatakan, pasca dilantik dirinya siap untuk melanjutkan amanah dari mantan General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan.

“Kami akan lanjutkan amanah dari mantan General Manager Kopdit Swasti Sari,” ujar Imelda Anin kepada sejumlah awak media usai menjalani proses pelantikan.

Menurut Imelda, ia bersama Kasmirus Kopong, selaku Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari berkomitmen untuk mengembangkan asset, dan fokus pada pendapatan yang berkelanjutan.

“Karena yang akan dilihat anggota ke depan itu adalah aset dan pendapatan. Kita disini jual uang, jadi perlu adanya pendapatan yang baik pula,” ungkapnya.

Terkait pengembangan SDM, Imelda menyebut pihaknya  akan mendorong karyawan untuk belajar, artinya mereka yang sudah S1, harus ditingkatkan lagi jadi S2.

“Sedangkan untuk pelatihan lain tetap dilaksanakan seperti biasa. Roadmap nya sudah ada, jadi tinggal kita sesuaikan saja,” tandasnya.

Wakil General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Kasmirus Kopong mengapresiasi kontribusi mantan GM Yohanes Sason Helan, yang telah meletakan dasar kuat untuk pertumbuhan KSP Kopdit Swasti Sari.

BACA JUGA:  Bank NTT Ruteng Berbagi Kasih, Doa Tokoh Agama: Semoga Makin Eksis, Sehat dan Semakin di Depan

Bersama Imelda Anin, Kopong menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pendapat internal dan memperbaiki layanan bagi anggota KSP Kopdit Swasti Sari.

Menurut dia, komitmen itu sudah ditetapkan pada bulan Desember 2023 lalu bersama dengan para manager cabang KSP Kopdit Swasti Sari.

Pihaknya juga akan fokus pada peningkatan kualifikasi dan kompetensi SDM, dengan penerapan pengendalian yang ketat untuk mencegah terjadinya fraud.

“Untuk SDM, selain kualifikasi, ada juga kompetensi, dimana ijaza semakin tinggi, maka harus memiliki kompetensi juga,” ungkapnya.

Sehingga, ke depan, pengendalian SDM sangat penting. Jika SDM karyawan yang tidak layak, maka akan diberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu.

Sebagai langkah perubahan, KSP Kopdit Swasti Sari akan melakukan pengembangan di bidang IT, untuk memastikan efisiensi dalam pengelolaan.

Karena semakin banyak karyawan, tentu semakin kompleks pula masalah, sehingga pengambilan keputusan juga harus berbasis IT.

“Sebab KSP Kopdit Swasti Sari ini memiliki 30 kantor cabang dan 82 kantor kas, sehingga pengembangan di bidang IT penting untuk dilakukan,” tandas Kopong. (*)