Namun karena pasien dalam kondisi kesakitan, Marselinus dan keluarganya meminta untuk segera ada tindakan. Lagi-lagi, petugas pun terkesan cuek atau tak ada yang gubris.

“Lalu kami tanya, apakah harus tunggu lahir normal atau ada alternatif lain untuk pasien ini. Namun jawaban mereka dengan nada agak kasar, Pak ite (kamu) tidak tau apa-apa, kita kerja berdasarkan prosedur,” ungkap Marselinus meniru pernyataan petugas.

Padahal lanjut dia, pihak keluarga hanya mau mengeluh dan menyampaikan terkait keadaan dan kondisi dari pasien.

“Sore hari pasien keadaanya sudah tidak sadarkan diri (pingsan). Lalu dalam keadaan huru-hara, petugas akhirnya dorong pasien ke tempat operasi. Saat berjalan ke tempat operasi, satu bidan menekan badan dari pasien. Sampai di sana masih belum sadarkan diri langsung dioperasi, iya kita juga tidak tahu seperti apa di dalamnya yang selanjutnya dari ruangan itu mereka juga pindah pasien ke ruangan ICU,” ujarnya.

Kendati demikian kepada pihak rumah sakit, Marselinus pun bertanya soal penanganannya.