“Beberapa waktu sebelum kami menjabat sebagai pengurus, pemberian kredit kurang prudent. Sehingga menurut OJK, kita harus membentuk CKPN akibat kerugian yang ada. Sebenarnya, laba juga sudah relatif memadai,” terangnya.
Selain efisiensi, Dewan Komisaris juga berperan aktif mendorong agar pengurus dan karyawan mempertahankan tingkat kesehatan bank, yang telah dicapai selama ini, yakni tingkat kesehatan 2, serta di tingkat GCG juga perlu ada perbaikan.
Dewan Komisaris juga memberikan dorongan agar Bank NTT dapat mencapai bank devisa.
“1 2 tahun kita mempersiapkan diri, sehingga beberapa hari yang lalu kita melajukan kick off bank devisa. Itu merupakan ruang bagi Bank NTT untuk memperluas potensi pendapatan dari remitance dan beasiswa,” ungkapnya.
Di samping itu, kata Frans Gana, Dewan Komisaris juga mendorong agar direksi mengakselerasi digitalisasi Bank NTT, karena digitalisasi menambah potensi pendapatan hingga 40%.
“Kami juga mendorong agar teman-teman menerapkan atau tidak mentoleransi adanya fraud. Jadi yang melakukan fraud pasti dikenakan sanksi dan dibawa ke aparat hukum,” ucap Frans Gana.



Tinggalkan Balasan