Sejauh ini menurut Alex, Bank NTT sudah melayani 2400 anak stunting di NTT yang dalam momentum ini, Bank NTT diberi kesempatan untuk memberikan makanan pokok dan makanan tambahan.

Masih menurutnya, sejauh ini ditemukan masalah-masalah sosial yang mengganjal penanganan masalah stunting . Salah satunya budaya pesta. Ia menyebut, kita lebih suka mengeluarkan sumber daya yang besar untuk ongkos pesta, dibanding investasi pendidikan anak.

Karena itu dia berharap dengan berbagai edukasi sekarang kian membuka pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan anak.

“Kami atas nama pemerintah provinsi berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan semua pihak yang sudah turut serta membuka pintu bagi Bank NTT untuk bersinergi dengan semua pihak,” pungkasnya.

Masih dalam moment ini, juga ditandai dengan pemberian bantuan makanan tambahan mencegah stunting dari Bank NTT senilai Rp1.150.000.000.

Dilanjutkan dengan penyerahan dana sebesar Rp50 juta dari Dirut Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho kepada Ketua Pokja penanganan stunting Provinsi NTT, Sarah Lerry Mboeik disaksikan Kepala Biro Hukum Setda NTT, Max Order Sombu atas nama Penjabat Gubernur NTT.