Diklat dan penyegaran wasit daerah ini diikuti oleh sejumlah peserta dari Kota Kupang, Belu, Sikka, Ende, dan Alor.

“Harapannya untuk para wasit ini, karena di 2024 itu event Taekwondo di kota Kupang khususnya di NTT juga pada umumnya sudah penuh. Bahkan dari Januari sampai Desember 2024 penuh. Jadi kita butuh sumber daya manusia wasit yang mempuni untuk bisa memimpin pertandingan,” ungkap Fransisco Bessi.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya mendorong agar wasit yang lolos diklat daerah akan didorong untuk mengikuti diklat wasit nasional.

“Pastinya di tahun depan akan ada kegiatan diklat wajib nasional. Kami dari Provinsi NTT akan mengirim semua peserta atau yang telah memenuhi persyaratan,” pungkasnya.

Pengurus PBTI Master Rafael J. Rosok menyampaikan apresiasi kepada Pengprov TI NTT yang begitu intens memberikan perhatian terhadap perkembangan olahraga Taekwondo di NTT.

Rafael menyebut, atlet berkualitas harus dihasilkan dari keputusan wasit-wasit cerdas dan berintegritas. Jika wasitnya asal-asalan, maka keputusan yang dihasilkan juga tidak jelas.