Jeffri Ricardo, selaku perwakilan dari konsorsium penggagas Golo Mori: Todo Cama menjelaskan. bahwa proyek percontohan akan memberikan dampak nyata melalui empat solusi utama, yaitu:

Pertama, Pengelolaan sampah terpadu dengan membentuk sistem pengelolaan sampah yang meliputi kegiatan edukasi, serta pengadaan fasilitas mulai dari kotak sampah, TPS, penjemputan sampah, sampai pengolahan sampah organik dan anorganik.

Kedua, Ketahanan pangan masyarakat melalui pendampingan edukasi dan aplikasi pertanian. regeneratif dengan prinsip ramah lingkungan, seperti adopsi prinsip permakultur, pemanfaatan energi terbarukan biochar cookstove, serta diversifikasi tanaman.

Ketiga, Diversifikasi ekonomi melalui pengembangan ekonomi sirkular deri agribisnis sehingga bisa menjadi mitra usaha pelaku pariwisata yang berada di KEK dan Labuan Bajo untuk membantu masyarakat memiliki sumber penghasilan yang tidak hanya bergantung pada sektor pariwisata. Wisata aman berbasis masyarakat melalui investasi kemampuan dasar manajemen bencana pada masyarakat Desa Golo Mori berdasarkan data spasial yang dihasilkan.

“Proyek percontohan yang kami gagas bersama GIF diharapkan dapat meningkatkan skor Desa Tangguh Bencana (Destana) dari level Pratama menjadi level Utama, menargetkan 100% pengelolaan sampah organik untuk kebutuhan pertanian, 2000 kg/bulan sampah anorganik menjadi bahan baku daur ulang dan dijual dalam bentuk kreasi produk yang bernilai ekonomi, serta peningkatan pendapatan rata-rata petani lokal sebesar 30% melalui praktik pertanian regeneratif dan permakultur,” tambah Jeffri yang ditemui di The Golo Mori (TDC sebagai mitra lokasi dan didukung oleh Komodo Transport sebagai mitra transportasi.

“Kami berharap, CCE dan proyek percontohan ini bisa mendorong Golo Mori menjadi desa wisata penyangga KEK yang berdaya, tangguh, dan berkelanjutan, dan proyek percontohan ini bisa diadopsi dengan mudah oleh destinasi wisata lain di Nusa Tenggara Timur ataupun di Nusantara. Saya mengundang semua elemen masyarakat untuk Bergerak, Berdampak, Bersama, dalam menciptakan masa depan yang lestari melalui intervensi ekonomi sirkular di Indonesia,” tutup Monica. (*/kn)