Labuan Bajo, KN – GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi penggerak dampak yang didirikan oleh Grup Golo, bersama konsorsium changemakers dari Catalyst Changemakers. Ecosystem (CCE) meluncurkan proyek percontohan “Golo Mori: Todo Cama”, yang berarti “Tumbuh Bersama”.

Proyek ini bertujuan untuk menjadikan Golo Mori sebagai desa berdaya penyangga di salah satu lokasi yang diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), melalui pengelolaan sampah untuk pertanian regeneratif yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.

Potensi Golo Mori menjadi KEK didaulat bisa mendorong Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo menjadi pariwisata kelas dunia. Pertumbuhan pariwisata ini bisa menjadi peluang peningkatan ekonomi bagi Desa Golo Mori yang akan menjadi tetangga KEK. Namun pertumbuhan ini juga bisa. menjadi tantangan bagi masyarakat desa bila belum diimbangi dengan pelestarian lingkungan yang bebas dari sampah serta pengembangan agrikultur sebagai potensi ekonomi.

Pada 2022, Labuan Bajo dan wilayah sekitar masih menghadapi tantangan terkait 16 ton sampah yang masuk ke TPA setiap hari, Selain itu, sekitar 70% masyarakat Desa Golo Mori bekerja sebagai petani sehingga kontribusi agrikultur terhadap perekonomian masih dominan. Namun, bila masyarakat Desa Golo Mori masih belum mempraktikkan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, peningkatan ekonomi dapat terhambat.

Monica Oudang, Chairperson dari GoTo Impact Foundation menyampaikan, “Setelah tiga tahun. berjalan, GIF menyadari bahwa satu permasalahan saling terkait erat dengan permasalahan lain, sehingga upaya yang dilakukan sendiri-sendiri tidak cukup untuk menghasilkan perubahan sistemik jangka panjang. Oleh karena itu, GIF menghadirkan CCE yang menggunakan pendekatan innovation ecosystem sebagai cara baru untuk menjawab permasalahan serta potensi di Desa Golo Mori.”

“Melalui CCE, kami berusaha memobilisasi dan menyatukan pembuat campak, pendanaan, pengetahuan, dan keahlian untuk berinovasi bersama agar bisa menyelesaikan masalah iklim lebih. cepat, berkelanjutan, dan dalam skala besar. Pada 2023, CCE bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf) sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sampah. di kawasan strategis destinasi wisata melalui intervensi ekonomi sirkular,” tambah Monica.