Meski terjadi penurunan, ia mengakui bahwa angka penurunan Stunting di wilayahnya belum begitu signifikan. “Memang Stunting turun, tetapi belum signifikan,” ungkap Fatutuan.
Dengan kehadiran Forum Koordinasi Jurnalis NTT di Desa Sillu, ia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para jurnalis untuk bertemu balita Stunting, ibu hamil, dan ibu nivas untuk melakukan wawancara.
Sekretaris BKKBN NTT, Mikhael Yance Galmin mengatakan, pihaknya membawa jurnalis untuk dapat melihat langsung keluarga-keluarga yang berisiko stunting.
“Kami membawa para jurnalis untuk dapat melihat langsung kondisi keluarga dari yang berisiko anak itu bisa stunting,” ujar Yance.
ECED Program Specialist Tanoto Foundation Arnoldus Paut berharap, kehadiran jurnalis mampu membawa dampak yang masif terhadap upaya mengatasi Stunting di wilayah itu.
“Kami sangat berharap dari monitoring lapangan ini, rekan- rekan jurnalis bisa mendapat data, memberi masukan dan menulis atau membuat berita yang bisa menggugah khalayak ramai, agar bersama semua unsur terkait untuk berkolaborasi pentahelix dalam mengatasi masalah stunting di NTT,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan