“Supaya orang kenal bahwa ada produk-produk lokal yang sudah sama bagus dengan produk-produk luar,” ungkapnya.

Di samping itu lewat kegiatan Bazar UMKM, Bank NTT juga ingin mengedukasi masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital.

“Kami juga ingin mengedukasi transaksi secara digital. Kami ingin melihat berapa transaksi digital yang dilakukan oleh masyarakat NTT lewat QRIS ini,” pintanya.

Reinhard berharap masyarakat NTT terus mencintai produk lokal. Karena ada produk lokal seperti Kopi Zombra, dan Kopi Poco Nembu hasil produksi UMKM yang tidak kalah enaknya dengan produk Kopi luar.

“Kopi Zombra dan Kopi Poco Nembu sudah masuk ke hotel-hotel, dan kemasannya sama dengan produk luar. Rasanya tidak kalah. Snack-snack juga kemasannya sudah bagus. Hampir sebagian besar produk-produk UMKM Bank NTT sudah masuk Indomaret dan Alfamart. Standarnya sudah ada,” tegas Reinhard.

Ia menambahkan, setiap produk UMKM Bank NTT sudah punya ijin yang difasilitasi langsung oleh Bank NTT.

“Baik itu PRT, ijin lab, packaging dan lain-lain, itu dibantu oleh Bank NTT. Kita sudah dari tahun lalu sudah buat standarisasi pasar khusus UMKM. Sehingga produk UMKM bisa tembus ke pasar internasional seperti Australia seperti MoriGe,” pungkasnya. (*)