Sekretaris Desa Sillu Thomas Kake dalam sambutannya saat menerima tim Tanoto Foundation, BKKBN dan Forum Koordinasi Jurnalis NTT mengatakan, jumlah kasus Stunting di Desa Sillu mengalami penurunan.

Ia menyebut, pada tahun 2022, jumlah kasus Stunting di Desa Sillu mencapai 125 anak.

Namun tahun 2023 mengalami penurunan, sehingga saat ini tercatat 88 anak di Desa Sillu yang masih mengalami Stuntinng.

“Dapat kami sampaikan bahwa kasus Stunting di Desa Sillu tahun lalu adalah 125 anak. Sekarang Stunting turun jadi 88 anak,” ujar Thomas saat berdialog dengan sejumlah jurnalis.

Meski terjadi penurunan, Thomas mengakui bahwa angka penurunan Stunting di wilayahnya belum begitu signifikan. “Memang Stunting turun, tetapi belum signifikan,” ungkap Thomas.

Ia berharap, semoga ke depan banyak pihak bisa memberikan perhatian serius untuk membantu anak-anak maupun keluarga yang berisiko Stunting di Desa Sillu. (*)