Ruteng, KN – Manajer PT PLN UPP Nusra 2, Harnandi Adhityo mengapresiasi masyarakat yang sudah mendukung pembangunan perluasan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Wilayah Poco Leok, kecamatan Satar Mese, kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Apresiasi ini kami sampaikan khususnya kepada warga yang terdampak langsung oleh pembangunan tersebut. sehingga rela menyerahkan lahannya,” ucap Adhityo kepada wartawan pada kegiatan pembayaran kompensasi atau ganti rugi lahan milik warga Poco Leok di Aula Kantor Camat Satar Mese, Senin (27/11).
Terkait masyarakat yang kontra, pihknya tetap laksanakan sosialisasi Free Prior Informed Consent (FPIC) atau persetujuan atas dasar informasi di awal tanpa paksaan (Padiatapa)
“Di sini kami akan merangkul semua pihak, artinya tidak ada pihak yang ditinggalkan oleh PLN. Tentu karena proyek ini bukan untuk satu atau dua tahun kedepan. Sehingga kami tetap bersama warga disini. Komitmenya, proyek ini tetap berlanjut sampai beroperasi nantinya,” kata Adhityo.
Kendati begitu, terhadap pelaksanaan konstruksi proyek ini akan diagendakan pada akhir 2024 atau awal 2025 mendatang.
Namun sebelum konstruksi kata dia, pihak PT PLN akan didahulu dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.
“Pelaksanaan konstruksi, kita mulai dengan pembuatan infrastruktur jalan ke wilayah Poco Leok, dan pematangan lahan wellpad,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah dilakukan pembayaran kompensasi atau uang ganti rugi lahan kepada warga, selanjutnya pihaknya masih menunggu Penerbitan lokasi (Penlok) tahap tahap 2 yan ada di 3 Wellpad. Sehingga pada 2024 akan diagendakan pembebasan lahan tahap 2 bisa selesai dilaksanakan.
“Kegiatan kompensasi lahan yang dilakukan hari ini merupakan tahapan akhir pelaksanaan pengadaan tanah untuk tahap I (satu). Kemudian akan dilaksanakan pada 2024 setelah ada penentuan Penlok. Jadi terima kasih banyak kepada tim pengadaan lahan PLTP Ulumbu yang dikomandoi oleh BPN untuk menyelesaikan tugas hingga pembebasan lahan bisa terlaksana,” pungkasnya. (*)