”Karena itu penghargaan kepada berbagai pihak (yang) menunjukkan kinerja dan contoh terbaik melalui Indonesia SDGs yang diumumkan baru saja, mudah-mudahhan menuju kita semua. Saya berharap melalui konferensi ini kita dapat menunjukkan kembali komitmen pencapaian SDGs dengan peran aktif dan kolaborasi seluruh pihak,” ucap Suharso.

Menurut Suharso, seluruh bangsa dunia sedang menghadapi tantangan yang cukup besar yakni perubahan iklim. Hal ini sangat berdampak bagi kelangkaan air, serta produksi pertanian di Indonesia. Sehingga inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani dan juga mendorong Indonesia kembali menjadi negara swasembada pangan patut diapresiasi.

“Di Indonesia kita mengalami penurunan curah hujan tahunan sekitar 1 hingga 4% pada tahun 2020 hingga 2030 mendatang. Hal ini tentu akan terindikasi terhadap kejadian kekeringan, kekurangan, kebersihan air dan bahkan muncul konflik kebutuhan air,” ujar Suharso.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN hadir menjawab tantangan tersebut melalui program EA. Program yang telah diinisiasi sejak tahun 2020 ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Hingga triwulan III tahun 2023, sebanyak 230.555 pelanggan di Indonesia merasakan manfaat dari program EA. Teknologi pertanian berbasis listrik mampu meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan petani.