“Untuk itu diperlukan komitmen kuat untuk percepatan penurunan stunting yang memerlukan keterlibatan dan kolaborasi semua sektor mulai dari Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media massa, bahkan masyarakat sipil yang kita kenal dengan sinergitas pentahelix,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BKKBN memerlukan jembatan komunikasi atau perpanjangan tangan melalui peran media massa baik cetak dan elektronik untuk mengkampanyekan penyebab stunting dan dampak stunting bagi masyarakat.

“Dengan harapan agar ada peningkatkan pengetahuan, kesadaran dan pemahaman yang mendorong perubahan perilaku  pada masyarakat untuk mencegah stunting,” ucapnya.

Plt Kepala BKKBN NTT mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tanoto Foundation dengan segala programnya yang telah begitu konsen terhadap program percepatan penurunan stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami berharap agar kegiatan ini tidak cukup sampai disini saja tapi akan terus berlanjut demi masyarakat NTT yang lebih maju, sama-sama kita mewujudkan mimpi anak- anak NTT yang lebih berkualitas dan bebas dari stunting. Semoga seluruh upaya yang kita lakukan dapat menyelamatkan generasi kita menuju generasi emas pada tahun 2045,” pungkasnya. (*)