Daerah  

BKKBN: Prevalensi Angka Stunting di NTT 15,2 Persen

Kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis NTT bersama BKKBN NTT dan Tanoto Foundation. (Foto: Ama Beding)

Kupang, KN – BKKBN bekerjasama dengan Tanoto Fundation menyelenggarakan kegiatan Forum Koordinasi Jurnalis, pada Sabtu 28 Oktober 2023.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sahid Timore Hotel ini dihadiri oleh pihak BKKBN, Tanoto Fundation, dan para pimpinan meria dan jurnalis di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN NTT dr. Elsa Pongtuluran. M.Kes mengatakan, prevalensi angka Stunting di NTT adalah 15,2 persen.

“Menurut data elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau yang disebut e-PPGBM, saat ini prevelensi angka stunting di NTT pada tahun 2023 yaitu sebesar 15,2 persen,” ujar dr. Elsa.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu 17,7 Persen, maka tahun ini prevalensi angka Stunting mengalami penurunan 2,5%  atau berjumlah 63,804 balita stunting di NTT.

“Walaupun mengalami penurunan jumlah balita stunting di NTT tetapi masih belum sesuai dengan target Pemerintah Provinsi NTT 2023 yaitu 12-10 persen,” jelasnya.

Terkait pencegahan Stunting, BKKBN telah mencanangkan program Bangga Kencana, di mana seorang ibu harus terhindar dari 4 terlalu yaitu terlalu muda hamil dan melahirkan, terlalu tua hamil dan melahirkan, terlalu dekat jarak kehamilan dan terlalu sering hamil dan melahirkan.

BACA JUGA:  Gubernur VBL Panen Jagung, Petani Untung Belasan Juta Rupiah Langsung Masuk Rekening Bank NTT

“Untuk itu diperlukan komitmen kuat untuk percepatan penurunan stunting yang memerlukan keterlibatan dan kolaborasi semua sektor mulai dari Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media massa, bahkan masyarakat sipil yang kita kenal dengan sinergitas pentahelix,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BKKBN memerlukan jembatan komunikasi atau perpanjangan tangan melalui peran media massa baik cetak dan elektronik untuk mengkampanyekan penyebab stunting dan dampak stunting bagi masyarakat.

“Dengan harapan agar ada peningkatkan pengetahuan, kesadaran dan pemahaman yang mendorong perubahan perilaku  pada masyarakat untuk mencegah stunting,” ucapnya.

Plt Kepala BKKBN NTT mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tanoto Foundation dengan segala programnya yang telah begitu konsen terhadap program percepatan penurunan stunting di Indonesia khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Kami berharap agar kegiatan ini tidak cukup sampai disini saja tapi akan terus berlanjut demi masyarakat NTT yang lebih maju, sama-sama kita mewujudkan mimpi anak- anak NTT yang lebih berkualitas dan bebas dari stunting. Semoga seluruh upaya yang kita lakukan dapat menyelamatkan generasi kita menuju generasi emas pada tahun 2045,” pungkasnya. (*)