“Bank NTT telah berkomitmen untuk memajukan UMKM dengan memberikan akses pendanaan yang bermanfaat, pelatihan yang bermanfaat, serta beragam dukungan lainnya,” tegas dia menambahkan pelatihan yang diberikan untuk memajukan UMKM, antara lain pelatihan desain produk UMKM & Bimtek Halal, pelatihan pembuatan kecap menggunakan gula aren.
Ada juga pelatihan pengolahan buah asam, keripik dan aksesoris tenun, pelatihan Pengolahan Makanan UMKM di Desa Hadakewa, serta pelatihan pelaku UMKM Binaan Bank NTT cabang Waikabubak dan pelatihan UMKM di Atambua serta sosialisasi dari Kemenkum HAM dan BPOM.
Reynhard menambahkan, produk yang dihasilkan oleh UMKM Binaan Bank NTT dari 23 Cabang, yaitu 391 buah produk yang diproduksi oleh 326 UMKM.
UMKM menurutnya berjuang untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi yang berat, seringkali terbatas dalam akses ke pembiayaan, pengetahuan bisnis, dan dukungan yang diperlukan untuk berkembang.
Namun, berkat kemitraan dengan Bank NTT, UMKM telah menjalani perubahan signifikan.
Transformasi yang dialami UMKM seperti trasnformasi pada pemasarannya. Sebelum para UMKM bergabung dengan Bank NTT, pemasaran hasil produksi dilakukan seperti, melalui rumah ke rumah, menjual di tempat usaha sendiri dan dititipkan ke toko-toko.



Tinggalkan Balasan