Hal ini menurut Alex, berlaku umum untuk seluruh Indonesia sehingga dalam neraca publikasi, bisa dilihat besaran labanya kecil, tetapi CKPN yang terus meningkat.
Jika terjadi simpang siur dalam informasi mengenai laba Bank NTT, Alex justru melihat ada kemungkinan masyarakat belum terinformasi cara baca neraca keuangan yang benar. Sehingga dengan simpulan yang tidak cermat, menyimpulkan dan meneruskan informasi yang sesungguhnya tidak benar.
Saat itu, dia juga menyinggung berbagai capaian yang diraih oleh Bank NTT saat ini, seperti proses untuk menjadi bank sebat, dan kemudian atas peran besar semua pihak termasuk asesmen dari OJK sehingga saat ini Bank NTT boleh menjadi bank devisa.
“Itu semua melewati proses yang panjang dan sulit selama bertahun-tahun. Melalui asesmen dan penilaian-penilaian yang sangat ketat dari OJK, akhirnya kita boleh menjadi Bank Devisa. Atas capaian itu, kami sangat berterimakasih kepada seluruh pemegang saham karena support, karena independensi yang diberikan pada kami juga kepercayaan yang luar biasa sehingga langkah-langkah membenahi bank yang bersentuhan dengan kenyamanan, dapat kami lakukan secara independen dan profesional,” tegas Alex. (HUMAS BANK NTT)



Tinggalkan Balasan