Ia mengakui BSG belum jadi bank devisa, namun sejumlah terobosan yang dilakukan di Bank NTT menjadi inspirasi bagi BSG, termasuk digitalisasi dan self service pada smart branch Bank NTT.

Linda juga mengapresiasi kerja-kerja Bank NTT dalam memberdayakan pelaku-pelaku UMKM di NTT. Menurut dia, salah satu hal yang patut dicontohi adalah penggunaan busana kain tenun lokal, yang selama ini diwajibkan kepada para karyawan dan karyawati Bank NTT.

“Luar biasa skali. Kewajiban (pakai kain tenun) ini. Kami juga akan menawarkan manajemen untuk memakai produk-produk lokal, supaya lebih meningkatkan produktivitas UMKM binaan BSG,” ucapnya.

Ia berharap digitalisasi yang diterapkan oleh Bank NTT bisa jadi inspirasi bagi semua bank daerah, dan Bank SulutGo pada tahun 2024 juga BSG akan menuju bank digital.

“Kami sudah masukan dalam rencana bisnis bank. Tapi pelaksanannya tahun 2024,” pungkasnya. (*)