“Saya yakin, fenomena-fenomena yang ada, akan berakhir dengan sendirinya. Saya janji dengan teman-teman bahwa 100 hari ke depan, kami akan menyelesaikan seluruh pengurus PGRI yang ada di Kabupaten/Kota, yang belum jelas legitimasi kepengurusannya. Kami akan selesaikan dalam 100 hari,” tegas Semuel Haning.

Ia menuturkan, di dalam kepemimpinannya, PGRI NTT akan selalu berada di garda terdepan untuk membela hak guru-guru yang terzolimi dan yang menjadi korban diskriminasi.

“Kemarin di Sikka ada guru-guru yang dizolimi. Tapi mereka berjuang sendri tanpa organisasi PGRI. Kami akan berjuang bersama mereka,” ungkap Semuel Haning.

Selain komitmen, Semuel Haning juga mengisahkan perjuangannya saat membela seorang guru yang dipenjara karena sebuah masalah. Saag itu dirinya harus menelepon Kepala Kepolisian untuk menangguhkan proses hukumnya, sehingga persoalan sang guru bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Itu tanggung jawab kita,” terang Semuel Haning.

Di akhir sambutannya, Ketua Pengurus Provinsi PGRI NTT Semuel Haning meminta restu dari Tuhan dan dukungan dari seluruh pengurus Kabupaten/Kota, agar dirinya bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan. “Kami minta kepada Tuhan, agar beban yang berat ini kami bisa pikul,” pungkasnya.