Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provins NTT Linus Lusi mengatakan, kegiatan itu merupakan moment yang sangat berharga, karena Museum menggelar kegiatan membedah simbol-simbol di balik kain tenun Malaka.
Linus Lusi berharap, dengannya masyarakat makin mengenal, mencintai dan menjadikan tenun Malaka sebagai pakian sehari-hari, maka bisa berdampak pada sumber pendapatan secara ekonomi.
Drs. Leonardus Nahak dalam pemaparan materinya menjelaskan sejarah, ragam motif dan makna kain tenun ikat bagi masyarakat Malaka.
Menurutnya, bagi masyarakat NTT secara umum, menenun merupakan nafas hidup penenun sebagai pengabdian dan perwujudan kecintaan akan budaya.
“TapiĀ ada kelemahan dari museum yang memberi nama tanpa mau mencari tahu makna dibalik kain tenun sesuai jenis tenunan dan motif. Di Museum ada koleksi, ada originalitas, represntatif, kebanggaan, repatriasi dan alasan mengapa dikaji. Tenunan menjadi hal yang snagat seksi di India dan tenunan menjadi primadona,” jelas Drs. Leonardus Nahak.





Tinggalkan Balasan