Dengan pelatihan itu, ia berharap akan muncul produk-produk seperti abon ikan yang berkualitas dari Iteng, khususnya dari wilayah Satar Mese.

Soal target pasar, Romy menjelaskan Bank NTT Cabang Ruteng akan mempertemukan dengan buyer yang akan membeli produk tersebut. Namun untuk saat Bank NTT memberikan perhatian penuh untuk pembiayaan kegiatan produksi di desa binaan.

“Pada intinya kami selalu ada buat mereka untuk peningkatan produksi seperti bagaimana yang sedang kami lakukan adalah menjadi lebih mandiri. Karena itu Bank NTT berada di samping mereka untuk bisa mendorong terus bagaimana kita menghasilkan produk yang berkualitas, setelah itu baru kita berbicara pemasaran,” ujarnya.

“Artinya dengan produk yang berkualitas, maka pemasaran akan jauh lebih mudah. Karena itu bank NTT selalu sedia mendampingi, sehingga mereka bisa mencapai tahap sejahtera berkat usaha mandiri mereka sendiri,” lanjutnya.

Kepala Bank NTT Cabang Ruteng Romi Radjalangu menambahkan, dengan kegiatan pelatihan yang terus diberikan, maka para pelaku UMKM di Desa Binaan Bank NTT diharapkan suatu saat bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.