dr Ihsan menuturkan, air bersih dan udara bersih tidak hanya membuat keluarga sehat, tetapi juga mampu menekan angka kematian ibu dan anak.

“Kalau lingkungan tidak baik maka tentunya keluarga akan susah mendapat derajat kesehatan yang baik,” cetusnya.

Ia mengingatkan para Kepala Puskesmas di Kota Kupang agar tidak membuang limbah medis secara sembarangan karena akan berbahaya, dan bisa diproses hukum.

Puskesmas juga harus memilah sampah medis sehingga proses pemusnahan maupun daur ulang dapat berjalan baik.

“Puskesmas tidak boleh memiliki Insinerator. Karena, insinerator tidak boleh ada di kawasan permukiman. Tetapi jangan membuang sampah sembarang. Sampah medis infeksius kalau dibuang sembarang maka kasian masyarakat juga,” tandasnya.

Ia menambahkan, penerapan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) harus dilakukan dengan baik melalui pola pemberdayaan masyarakat.

Koordinator Program YKMI, Turmizi Ali mengatakan, ada tiga out put yang perlu dicapai. Out out yang pertama yaitu, ada peningkatan kapasitas sistem kesehatan untuk infeksi pencegahan, dan pengendalian (IPC) melalui implementasi Wash-fit.