Menurut Sason Helan, buku biografi yang baru saja diluncurkan menceritakan sebagian kisah atau hanya 10 persen perjalanan karirnya di Kopdit Swasti Sari.

“Apa yang ditulis ini hanya 10 persen. Kalau ditulis semua pasti belum selesai. Jadi hanya sedkit saja yang ditulis dalam buku itu,” jelasnya.

Dia menjelaskan, ketika awal menerima SK di KSP Kopdit Swasti Sari, dirinya langsung menerima berita duka kematian almarhum ayahnya.

Sehingga, kata Sason Helan, bekerja di KSP Kopdit Swasti Sari merupakan salah satu hadiah terindah dari almarhum ayahnya.

“Saat saya terima SK pagi, malamnya ayah saya meninggal. Jadi ini sebuah rekoleksi yang tidak gampang. Dan bekerja disini adalah hadiah dari bapa saya,” ungkapnya.

Kepada seluruh pengurus dan manajemen Swasti Sari, Sason Helan berpesan agar bekerja dengan baik, takut akan Tuhan dan leluhur. “Karena itu kekuatan yang menjadi acuan kita,” jelasnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada isterinya karena selalu memberikan waktu dan kesempatan untuk berkarir di Kopdit Swasti Sari.