Wakil Rektor I yang juga adalah pengawas dosen pendamping lapangan Uly J. Riwu Kaho, SP., M.Si mengatakan, pihaknya sudah membuat penilaian menggunakan beberapa indikator.

“Ada beberapa catatan-catatan yang akan kami bawa ke rapat pimpinan untuk menjadi evaluasi untuk rencana pengembangan kampus ke depan,” ujar Uly Riwu Kaho.

Ia berharap agar apa yang sudah dihasilkan oleh pada mahasiswa KKN tahun ini bisa dirawat bersama.

“Jangan sampai apa yang sudah kita bangun, justru kita sendiri yang merusaknya. Jaga fasilitas yang sudah kita buat untuk generasi-generasi yang akan datang,” pesannya.

Ketua Pelaksana KKN D.L.N. Bessie mengatakan, mahasiswa yang menjalani KKN berjumlah 211 orang dan dibagi ke dalam 21 kelompok kerja dan dibimbing oleh 21 dosen pendamping lapangan.

Menurutnya, kegiatan KKN dibagi ke dalam 2 bagian. Pertama adalah kegiatan mandiri yang diikuti oleh 20 kelompok, dan kegiatan inti yang diikuti oleh 21 kelompok.

Ia menjelaskan, pada kegiatan inti ada 10 item pekerjaan yang berhasil dikerjakan oleh mahasiswa di antaranya: Renovasi Aula Ora et Labora dan Aula BAAK, membangun tempat duduk mahasiswa dan ruangan kelas, membangun gudang, membangun lapangan multi fungsi..

Selain itu ada item pekerjaan inti lainnya yaitu pengecatan bangunan kampus bagian depan dan samping kanan, mempersiapkan ruangan mikro teaching FKIP, membantu administrasi di kantor BPH dan rektorat, membangun green house dan pagar, membuat sekat pada Fakultas Pertanian dan yang terakhir adalah membuat sekat pada Fakultas Ekonomi.

“Dana yang dibutuhkan adalah sebesar Rp186.700.000 yang bersumber dari kontribusi mahasiswa dan sumbangan dari universitas,” ujar Bessie.

Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua BPH dan rektor UPG 1945 NTT yang sudah berkontribusi dalam mendukung kegiatan-kegiatan tersebut.

“Saya senang, saya bangga pada saudara semua, partisipasi saudara sekalian saya anggap maksimal dalam KKN tahun ini. Bagi saya, KKN periode ini saya anggap spesial, karena kampus ini ada perubahan. Saya senang dan bangga,” tegasnya.