Dalam arahannya, Semuel Haning juga berharap agar mahasiswa yang telah menjalani KKN tahun 2023 ini bisa diwisuda tahun depan.
“Saya akan marah besar jika ada dosen yang mempersulit mahasiswa. Saya tidak mau mahasiswa dipersulit dengan berbagai macam cara. Dekan, tolong pantau, kalau ada dosen seperti ini tolong dibina. Kalau tidak dibina, tolong kasitau, saya akan binasakan. Karena mahasiswa yang datang ini dari keluarga yang kurang mampu dan pas-pasan. Kelebihan ada pada kita untuk membantu mereka. Tidak salah kita membantu mereka,” jelas Semuel Haning.
Selain mahasiswa, Semuel Haning juga mendorong para dosen untuk menghasilkan karya-karya nyata sebagai bentuk kontribusi hebat mereka, terhadap lembaga UPG 1945 NTT.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa, jika selama pelaksanaan KKN, ada tutur kata dosen atau pimpinan UPG 1945 NTT yang terlanjur menyakiti hati pada mahasiswa.
“Saya mendoakan kalian semua, agar selalu sehat dan diberkati untuk diwisuda nanti,” pungkasnya.
Wakil Rektor I yang juga adalah pengawas dosen pendamping lapangan Uly J. Riwu Kaho, SP., M.Si mengatakan, pihaknya sudah membuat penilaian menggunakan beberapa indikator.





Tinggalkan Balasan