Aron Aan Damara, relawan dari Komunitas Pemuda Peduli Lansia, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pun menyampaikan kontribusi komunitasnya―yang terdiri dari anak-anak muda―yang melakukan pendekatan khusus yang disesuaikan dengan karakteristik lansia yang sedang didekati. Upaya tersebut dinilai berhasil membuat lansia bersedia untuk divaksin. “Lansia harus didekati secara halus dan tidak bisa dilakukan dalam satu kali percobaan. Di awal, biasanya menolak karena takut. Kuncinya adalah kesabaran. Layani dengan hati dan penuh kasih,” jelas Aron.
Selain komunitas anak muda di Jawa Tengah, tokoh adat perempuan juga memiliki peran penting dalam menyukseskan program vaksinasi inklusif COVID-19 ini, terutama dalam proses edukasi dan mengajak masyarakat adat di Sumba Barat Daya, NTT, agar mau divaksinasi. Pendekatan ini dilakukan oleh seorang perempuan adat bernama Selvia Guber Derita atau kerap disapa Mama Dewi. “Kami melakukan pendekatan dan kunjungan secara terus menerus agar masyarakat adat bersedia divaksinasi. Saya selalu katakan untuk menganggap saya sebagai mama, adik, atau saudara. Saya selalu memberikan keyakinan agar tidak perlu takut. Pemerintah mengadakan kegiatan vaksinasi bukan untuk buat kita mati, tetapi untuk membuat kita sehat,”tegas Mama Dewi.





Tinggalkan Balasan