Sekolah Genius merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia Timur kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), Sekolah GenIUS berkomitmen memperkenalkan riset sejak dini.

Selain memperkenalkan riset sejak dini, background culture siswa siswi di sekolah GenIUS yang memprioritaskan anak-anak Indonesia Timur adalah untuk menghilangkan stigma, serta membuktikan kualitas dan kemampuan mereka yang mampu bersaing dan membanggakan negeri.

Sekolah GenIUS tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkannya melalui proses refleksi secara kritis dengan basis kegiatan riset sebagai program unggulannya. Sejalan dengan tujuan Sekolah GenIUS untuk terus mengkampanyekan pentingnya mengenali dunia riset sejak dini di sekolah sebagai upaya memunculkan kuriositas pada diri setiap anak.

 Selain itu, Semangat kontribusi bagi daerah juga menjadi dasar bagi Sekolah GenIUS dalam mendidik siswa dan mengembangkan kepekaan mereka dalam melihat permasalahan yang ada di lingkungannya, termasuk menjadi agen yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah sehingga mampu menjadi pemimpin di masa mendatang.

Pendidikan untuk Perubahan

Dalam acara yang sama, Direktur Sekolah Genius, Esther K. Wirawan mengatakan bahwa di Sekolah Genius, para peserta didik memupuk, menyirami, dan menjaga kuriositas, intelektualitas serta moralitasnya dengan pendidikan.

Menurutnya, pendidikan yang mampu mendatangkan perubahan! Pendidikan yang mengajarkan mereka untuk melawan rasa malas, berperilaku disiplin dan bertanggung jawab pada tugas.

“Pendidikan yang membawa mereka menuju puncak kompetisi menjadi pribadi yang bernilai. Pendidikan yang membangun keberanian untuk mengubah potensi menjadi prestasi. Pendidikan yang menopang langkah untuk sampai di garis finis kemenangan. Pendidikan yang menciptakan keinginan baru dan kemampuan memenuhi tantangan di masa depan,” ungkap Esther Wirawan.

“Bapak/Ibu, inilah karya anak-anak Indonesia Timur, yang dimulai dari hangat semangat yang terus menyala, dari hal-hal kecil dan sederhana, dari kemauan dan keinginan untuk terus menjaga semangat perubahan,” pungkasnya. (*/KN)