Genius Expo Mengusung Inovasi Riset Siswa-Siswi Indonesia Timur

Kegiatan Genius Expo Rabu 21 Juni 2023, dengan tajuk “Pendidikan untuk Perubahan” (Foto: Dok. Genius)

Tangerang, KN – Rabu, 21 Juni 2023, Sekolah Genius menggelar Acara Genius Expo 2023 dengan tajuk “Pendidikan untuk Perubahan”.

Acara ini digelar untuk menjadi ajang unjuk gigi berupa hasil penelitian siswa yang telah dipersiapkan selama 2 semester dengan penuh kerja keras.

Kegiatan dimulai pada pukul 08:00, diawali dengan pameran hasil riset. Dilanjutkan dengan rangkaian acara performance art menampilkan Tari Yospan, Paduan Suara, Violin Orchestra, dan Taekwondo; Kemudian ada orasi ilmiah, seminar plenary session, dan seminar paralel session yang dibawakan oleh siswa Sekolah Genius. Selain itu ada juga seminar dari Siswa SMA Kristen Passo pada seminar Paralel Session sebagai tamu penampil. 

Genius Expo tahun 2023 ini dilaksanakan di Ballroom Hotel Binong Jl. Raya Binong no.1 Lippo Karawaci, Kab. Tangerang – Banten. Kegiatan ini diikuti oleh 140 peserta Expo dari pelajar SD, SMP, dan SMA Sekolah Genius serta dihadiri oleh 180 tamu undangan  yang terdiri atas guru, pembina, orang tua, Perwakilan dari Kemendagri, Perwakilan dari Kemendikbudristek, Bupati Paniai Meki Fritz Nawipa, Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, Kepala Bidang SMA Provinsi Banten, dan beberapa pejabat dinas terkait lainnya.

Direktur SUPD 3 Wahyu Suharto, S.E. M.PA mewakili Kemendagri memberikan catatan yang sangat baik untuk acara ini.

“Pendidikan itu menjadi urusan yang wajib, dengan Bapak-Bapak Bupati hadir di sini, itu menjadi bukti bahwa Bapak-Bapak peduli dan serius dengan pendidikan anak-anak. Tapi saya sampaikan juga, acara ini sebaiknya tidak hanya di sini, tetapi terjadi juga di Papua. Sebab, investasi Pendidikan adalah investasi yang tak ternilai,” ujar Wahyu Suharto.

 Harapan tersebut juga sejalan dengan pernyataan Dr. Sutanto, S.H., M.A., Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud yang juga memberikan pidato sambutan pada acara ini.

“Pendidikan kita masih punya banyak PR. Terutama dari sisi akses pendidikan. Siswa yang menyelesaikan Pendidikan hingga ke tingkat SMA itu masih kurang dari 100% di beberapa daerah. Sementara dari sisi kualitas, itu juga masih kurang. Nilai PISA kita masih di bawah rata-rata dalam kemampuan membaca, matematika dan sains. Atas dasar itu, Kemendikbud mengeluarkan kebijakan merdeka belajar sebagai langkah untuk melakukan reformasi pendidikan. Dari semua kegiatan yang telah saya lihat hari ini, Sekolah Genius telah berupaya untuk merealisasikan kebijakan merdeka belajar dengan baik,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bengkel Konversi Motor Listrik di Sekolah Binaan PLN SMKN 3 Mataram Layak Bersertifikat

 Sekolah Genius merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada pelayanan pendidikan anak-anak Indonesia Timur kategori 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), Sekolah GenIUS berkomitmen memperkenalkan riset sejak dini.

Selain memperkenalkan riset sejak dini, background culture siswa siswi di sekolah GenIUS yang memprioritaskan anak-anak Indonesia Timur adalah untuk menghilangkan stigma, serta membuktikan kualitas dan kemampuan mereka yang mampu bersaing dan membanggakan negeri.

Sekolah GenIUS tidak hanya berperan dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mengembangkannya melalui proses refleksi secara kritis dengan basis kegiatan riset sebagai program unggulannya. Sejalan dengan tujuan Sekolah GenIUS untuk terus mengkampanyekan pentingnya mengenali dunia riset sejak dini di sekolah sebagai upaya memunculkan kuriositas pada diri setiap anak.

 Selain itu, Semangat kontribusi bagi daerah juga menjadi dasar bagi Sekolah GenIUS dalam mendidik siswa dan mengembangkan kepekaan mereka dalam melihat permasalahan yang ada di lingkungannya, termasuk menjadi agen yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah sehingga mampu menjadi pemimpin di masa mendatang.

Pendidikan untuk Perubahan

Dalam acara yang sama, Direktur Sekolah Genius, Esther K. Wirawan mengatakan bahwa di Sekolah Genius, para peserta didik memupuk, menyirami, dan menjaga kuriositas, intelektualitas serta moralitasnya dengan pendidikan.

Menurutnya, pendidikan yang mampu mendatangkan perubahan! Pendidikan yang mengajarkan mereka untuk melawan rasa malas, berperilaku disiplin dan bertanggung jawab pada tugas.

“Pendidikan yang membawa mereka menuju puncak kompetisi menjadi pribadi yang bernilai. Pendidikan yang membangun keberanian untuk mengubah potensi menjadi prestasi. Pendidikan yang menopang langkah untuk sampai di garis finis kemenangan. Pendidikan yang menciptakan keinginan baru dan kemampuan memenuhi tantangan di masa depan,” ungkap Esther Wirawan.

“Bapak/Ibu, inilah karya anak-anak Indonesia Timur, yang dimulai dari hangat semangat yang terus menyala, dari hal-hal kecil dan sederhana, dari kemauan dan keinginan untuk terus menjaga semangat perubahan,” pungkasnya. (*/KN)