Selai itu kata dia, sekolah TK Deen Assalam Ruteng dibuka karena jumlah sekolah madrasah di Ruteng sangat terbatas.

“Anak-anak kami begitu banyak tapi sekolah untuk menampung mereka terbatas,” tuturnya.

Dari hal itu, guna membiayai sekolah tersebut Bripka Syamsuddin bahkan rela mengajukan kredit berkali-kali di Bank.

“Untuk biaya ya saya harus kredit di Bank berkali-kali bahkan terakhir itu nyaris jual rumah,” ungkap Bripka Syamsuddin.

Meski merasa sulit dalam pembiayaan, Bripka Syamsuddin bersama istri mengaku bahagia setelah melihat anak-anak yang tamat bisa mengikuti ke jenjang pendidikan SD dengan memiliki kemampuan bisa membaca dan menulis.

“jujur dibalik banyaknya kesulitan dalam membangun sekolah ini saya bersama istri saya merasa bahagia setelah melihat anak-anak yang tamat dari sini bisa mengikuti pendidikan SD dengan kemampuan membaca dan menulis,” tuturnya.

Pada kesempatan itu dia juga sampaikan terimakasih kepada banyak pihak yang sudah membantu selama proses pembangunan sekolah tersebut.