“Begitu banyak ajang-ajang eksploitasi dan eksplorasi lingkungan, sampai kita lupa bahwa praktik-praktik untuk pemulihan ekologisnya, praktis tidak dilakukan. Sehingga hari ini NTT mulai kehilangan Cendana sebagai identitasnya,” ujar Direktur Eksekutif WALHI NTT Umbu Wulang.

Selain Cendana, Umbu Wulang juga menyebut, saat ini kura-kura leher ular tidak lagi ditemukan di Rote Ndao. Padahal hewan tersebut adalah identitas keanekaragaman hayati Pulau Rote. Ini merupakan salah satu dampak dari tidak dilakukannya pemulihan ekologis.

Ia berharap, lewat ajang diskusi yang dilaksanakan tersebut, akan melahirkan gagasan dan ide tentang bagaimana nasib ekologi di NTT.

“Bicara ekologi NTT bukan hanya soal keanekaragaman hayati, dan sumber daya alam, tetapi juga soal masyarakat adat, pengetahuan adat, juga soal kehidupan masyarakat di pedalaman,” jelasnya.

Umbu Wulang menambahkan, menjelang Pemilu 2024, WALHI NTT juga akan menyelenggarakan lomba menulis untuk para Caleg, guna mengetahui sejauh mana keberpihakan mereka terhadap pelestarian lingkungan.