“Mahasiswa akan diberi panduan oleh dosen pengampu mata kuliah serta praktisi lokal yang memastikan mereka mendapatkan pemahaman yang baik tentang pengelolaan irigasi,” sambungnya.
Walfino Teja menambahkan, bahwa selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis, mahasiswa Agronomi UNIKA St. Paulus Ruteng juga menyadari pentingnya kolaborasi dengan masyarakat setempat dalam pengelolaan irigasi.
Selama praktikum, mereka berinteraksi dengan petani lokal dan mendengarkan pengalaman mereka dalam menghadapi masalah irigasi di wilayah ini.
“Kami belajar banyak dari petani setempat, yang memiliki pengetahuan dan pengalaman berharga dalam mengelola air irigasi di daerah ini, serta dapat berkontribusi pada pengembangan solusi irigasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar bendungan,” tambahnya.
Diharapkan bahwa hasil dari praktikum ini, akan memberikan kontribusi positif dalam pengembangan bidang agronomi dan manajemen sumber daya air di wilayah Bendungan Wae Sele.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengukuran debit air, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi tenaga ahli yang mampu menghadapi tantangan dalam bidang pertanian dan irigasi di masa depan.
“Praktikum irigasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan teoritis ke dalam praktik lapangan. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sistem irigasi berfungsi dan bagaimana pentingnya mengelola air secara efisien dalam pertanian. Praktikum ini juga membantu mereka memahami tantangan nyata yang dihadapi oleh petani dalam menghadapi kekeringan dan ketidakpastian pasokan air,” tutupnya. (*)







Tinggalkan Balasan