Masih menurutnya, tentu skim yang diadakan ini masih butuh pembenahan. Masih terkait pembenahan SDM, harus diakui bahwa saat ini ikut berperan dalam mempersiapkan SDM di level pendidikan SMA/SMK/Sederajat, yakni melalui dukungan terhadap program vokasi ke Jerman. Terkait program ini, di hari pertama saat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melaunching training Bahasa Jerman, saat itu ada 60 orang anak yang sudah siap. “Kondisi hari ini sudah mencapai 90 orang dari kuota yang tersedia yakni 3.000 agar anak-anak ini bisa memiliki nilai unggul yang nantinya akan berkontribusi bagi pembangunan di NTT,”tegas Alex. Di akhir pernyataannya, Alex sangat berharap agar program kerjasama dengan UKSW ini bisa berjalan baik.
Sementara Prof Intiyas Utami saat itu menambahkan, pada Senin petang itu pun dilaunchingnya program Pasca Sarjana UKSW di Kota Kupang, sehingga ke depan bagi siapa saja baik akademisi maupun masyarakat umum dan ASN yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti mengambil program magister dan doktor, bisa mendaftar. “Sementara dari sisi pembiayaan, bagi yang mengalami kendala, kita bekerja sama dengan Bank NTT,”jelasnya.



Tinggalkan Balasan