“Ke depan kita akan bekerja sama dengan pihak kampus tentang Bonsai. Kita masih akan duduk bersama untuk mendiskusikan hal ini,” jelasnya.
Budi menjelaskan, prospek pengembangan Bonsai ke depan sangat terbuka, dan akan memberikan lapangan pekerjaan kepada generasi muda.
Sehingga mereka diminta tidak hanya berorientasi pada pekerjaan kantoran, tapi harus bergabung dan menjadi trainer Bonsai yang handal.
“Saya berharap semakin banyak orang yang pemikirannya terbuka, bahwa di Bonsai itu banyak lapangan pekerjaan yang baru,” tandas Budi Setiawan.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UKAW Frederik Haba Bunga berharap, mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kontes Bonsai bisa tertarik untuk bergabung dan menjadi trainer Bonsai.
“Karena kita di Kupang dan NTT belum ada trainers Bonsai. Semuanya ada di Jawa. Kami sangat berharap bahwa harus ada trainers di Kupang atau di NTT,” ungkap Edi.
Ia menambahkan, dunia kampus sangat antusias dalam kegiatan Kontes Bonsai tersebut.
“Ke depan, bersama PPBI Kupang kita ingin memberikan pencerahan dan daya tarik kepada mahasiswa, untuk menjadi trainers, suplier pupuk atau pembuat pot Bonsai. Silahkan, ini peluang-peluang usaha untuk mereka,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan