“Kami datang untuk bertanya, mendapat masukan, dan ingin mendapat sedikit ilmu teerkait apa saja yang dihadapi Bank NTT dalam kerangka menuju Bank Devisa,” ujar Yusmal.

Menurut Yusmal, menjadi Bank Devisa merupakan sesuatu yang spesial dan butuh hal khusus dalam penanganannya. Oleh karena itu, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan berbagai langkah guna memulai proses menjadikan Bank Aceh Syariah menjadi Bank Devisa.

Dia mengungkapkan, Bank Aceh Syariah kini memiliki 27 kantor cabang, termasuk 2 kantor cabang di luar Provinsi Sumatera Utara dan Jakarta. Di Sumatera Utara, jelas Yusmal, didukung dengan 6 kantor cabang pembantu. Untuk Kantor Cabang Jakarta baru dibuka tahun 2022 lalu.

“Pada penutupan Tahun Buku 2022, total aset Bank Aceh Syariah sebesar Rp29 Triliun, dengan komposisi Rp18 Triliun untuk pembiayaan,” jelas Yusmal.

Dia membeberkan, jumlah kantor Bank Aceh Syariah hingga saat ini sudah mencapai 200 termasuk dengan kantor cabang. Menurut dia, di Bank Aceh Syariah sudah tidak ada lagi kantor kas karena semua sudah ditingkatkan menjadi kantor cabang pembantu.