“Petani asal Desa Waimatan yang terdampak bencana seroja diberi keringanan pinjaman modal dari Bank NTT tanpa bunga, dengan plafon pinjaman sebesar Rp 10.000.000, dengan jangka waktu pengembalian selama 6 bulan,” ujar Benediktus Bengu Doge seperti dikutip dari Tribratanewslembata.com, Minggu 19 Maret 2023.

Ia menjelaskan, hasil produktifitas Jagung di lahan tersebut adalah 3,4 ton per hektar. Menurutnya, hasil ini tentunya kurang dari hasil idel yakni 7 ton per hektar. Kurangnya hasil produktifitas tersebut dikarenakan curah hujan yang tidak menentu.

“Akhirnya atas nama warga masyarakat PetaniĀ  Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada Bapak Kapolres Lembata dan Pospol Ile Ape yang sudah mengijinkan Lahannya untuk dikelola para Petani yang berasal dari lokasi bencana Seroja,” tandasnya.

Pada kesemlatan tersebut, Kapolres Lembata AKBP Dwi Handono Prasanto, S.I.K juga mengucapkan limpah terima kasih kepada para petani, para penyuluh yang sudah bersama-sama mengelola lahan tersebut.

“Program Tanam Jagung Panen Sapi, yang dicanangkan oleh Gubernur NTT juga tentunya mendapat dukungan dari Bapak Kapolda NTT, oleh karena itu mari kita secara bersama-sama mensukseskan program tersebut demi kesejahtraan bersama terutama para petani,” ucapnya.