Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis kemarin saat diminta statemennya melalui akses WA, menjelaskan bahwa hari ini sudah terdata ribuan UMKM yang didampingi oleh Bank NTT. Dan, mereka menjadikan potensi lokal sebagai sektor unggulan.
“Langkah program sustainable pengembangan UMKM oleh Bank NTT menjadi komitmen peningkatan kontribusi pertumbuhan fundamental ekonomi,”tegasnya. Tak hanya itu, dalam beberapa kali statemennya, Dirut Alex menjelaskan bahwa persaingan menghadapi pasar global tidaklah mudah. Pasalnya, produk UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. Peningkatan akses dan jangkauan akses UMKM terhadap jasa keuangan pun sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi persaingan tersebut, sehingga pengembangan UMKM tidak luput dari kontribusi pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang masih memiliki keterbatasan informasi mengenai UMKM potensial lengkap dengan kelayakan usahanya. Dari sisi produk pun, proses bisnis Bank NTT masih dengan pola yang umum.
Diberitakan sejumlah media, inovasi cerdas Bank NTT dalam mempersiapkan ribuan UMKM di NTT yakni melakukan pendampingan dalam pengelolaan, kemasan hingga memfasilitasi penjualan secara digital untuk bertarung di era pasar bebas, disambut positif serta mendapat pengakuan dan kepercayaan dari dua lembaga bisnis besar di tanah air. Yakni Indomaret dan Krealogi.
Branch Manager Indomaret, Ridwan Syahroni, di Kupang, Kamis (9/3/2023) mengatakan, pihaknya memilih bermitra dengan Bank NTT karena ada kesamaan konsep dalam pemberdayaan UMKM, “Terutama UMKM lokal yang ada di sekitar toko kita. Jadi kebetulan kita ketemu dengan Bank NTT yang konsepnya sama sehingga kita jajaki lebih lanjut supaya bisa bersinergi. Kalau kita kerja sama-sama, hasilnya bisa lebih cepat kita dapatkan, terutama para pelaku UMKM local,”sebut Ridwan yang juga menyebutkan, saat ini sudah ada 11 produk UMKM Binaan Bank NTT yang dipasarkan di Indomaret.
Awalnya ada 4 produk yaitu Madu Hutan, Kopi Almetira, Stik Keju dan Kripik Emping. “Kemudian tadi saat berbarengan dengan seminar UMKM, kami launching 7 lagi tambahan. Pada bulan November 2022 lalu, kami mulai proses kurasi dan akhirnya masuk 7 produk baru ini. Kami mulai jual hari ini di toko-toko kami. Semua sudah masuk di seluruh toko yang ada di Kupang yang saat ini totalnya ada 38 toko di Kota Kupang. Termasuk nanti yang buka di Kabupaten akan menjual juga,”katanya yang juga mengakui, sejauh ini Bank NTT sudah banyak memberi kemudahan bagi Indomaret dalam mengembangkan jaringan bisnis di NTT.







Tinggalkan Balasan