Berkali-kali dia meminta agar sektor perbankan harus melirik UMKM sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat menuju sejahtera. Dan untuk mencapai visi itu, haruslah dilakukan kolaborasi yang baik, yang ada standarnya. “Seluruh UMKM di Kota Kupang harus naik kelas ke kelas internasional. Perbankan mari bantu UMKM dengan dana-dana. Nanti output seminar ini kalau bisa dipamerkan di sebuah tempat, agar siapapun bisa mengaksesnya,”pinta George lagi.
Sementara Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kamis kemarin saat diminta statemennya melalui akses WA, menjelaskan bahwa hari ini sudah terdata ribuan UMKM yang didampingi oleh Bank NTT. Dan, mereka menjadikan potensi lokal sebagai sektor unggulan.
“Langkah program sustainable pengembangan UMKM oleh Bank NTT menjadi komitmen peningkatan kontribusi pertumbuhan fundamental ekonomi,”tegasnya. Tak hanya itu, dalam beberapa kali statemennya, Dirut Alex menjelaskan bahwa persaingan menghadapi pasar global tidaklah mudah. Pasalnya, produk UMKM akan bersaing dengan produk negara lain. Peningkatan akses dan jangkauan akses UMKM terhadap jasa keuangan pun sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi persaingan tersebut, sehingga pengembangan UMKM tidak luput dari kontribusi pembiayaan dari perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang masih memiliki keterbatasan informasi mengenai UMKM potensial lengkap dengan kelayakan usahanya. Dari sisi produk pun, proses bisnis Bank NTT masih dengan pola yang umum.



Tinggalkan Balasan