“Menjadi profesor tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang akademisi, karena ini sebuah prestasi dengan pangkat tertinggi pada jenjang perguruan tinggi. Ini sebuah capaian akademis yang membanggakan bagi istri, anak-anak dan keluarga, bahkan seluruh masyarakat NTT ikut bergembira dan bersyukur dengan peristiwa hari ini,” ungkap Nae Soi.
Wakil Gubernur NTT juga mengatakan bahwa, hari ini semua yang hadir di auditorium Undana ini bergembira seperti lagu Gaudiamus Ititur, karena seorang putra terbaik NTT, berhasil dikukuhkan menjadi Professor.
“Gelar professor yang diraih oleh Pak Sanam juga memberi makna bahwa setiap individu harus belajar dengan penuh semangat, harus kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, disertai daya juang yang tinggi,” ujar Wagub Nae Soi.
Menurut dia, setiap orang yang telah berjuang dan tidak gampang menyerah, maka padanya pantas diberi mahkota kemenangan dan kebanggaan, seperti yang telah dilakukan oleh Profesor Sanam.
“Belajar itu bukan sekedar untuk mencapai gelar tertinggi, tetapi ilmu yang ia dapati harus benar-benar bermakna dan memberi nilai positif sebagai sumbangsih mulia bagi kemajuan peradaban manusia,” ucapnya.
“Selamat karena hari ini Pak Profesor Sanam telah memberi nilai itu, sekarang tinggal saja terus ditularkan kepada semua akademisi dan generasi muda lainnya bahwa kelak mereka yang lain bisa mencapai prestasi ini, asalkan mau belajar dengan daya juang tinggi penuh kedispilinan, dan tetap tegar menghadapi berbagai tekanan dalam hidup,” sambungnya.
Ia mengingatkan bahwa, menjadi Profesor itu bukan sekedar mengajar dan mentransfer semua ilmu pengetahuan kepada murid atau mahasiswanya, tetapi lebih dari itu, menjadi profesor adalah menjadi seorang pendidik dengan tujuan mulia adalah membentuk setiap orang menjadi pribadi yang berkarakter unggul.
JNS yang juga Mantan Anggota Pansus UU Guru dan Dosen DPR RI ini, di akhir sambutannya mengajak Prof. Dr. drh. Urias Ebenhaezar Maxs Sanam, M.Sc, yang juga adalah Rektor Undana dan seluruh Civitas Akademika Undana, agar tetap meningkatkan kolaborasi dalam mewujudkan generasi Cerdas NTT, yang yang memiliki skill, attitude dan daya juang yang tinggi guna memajukan NTT menjadi lebih sejahtera. (Biro Adpim/KN)







Tinggalkan Balasan