Mantan Direktur Dana Bank NTT ini menjelaskan, dalam diskusi bersama, pihaknya juga menyepakati untuk menata cyber crime secara baik, dalam rangka meningkatkan kemanan operasional di era digital.

“Secara business process, kita juga harus melakukan langkah-langkah perubahan dan penyesuaian, sehingga efisiensi dapat kita raih dengan business process yang lebih efektif, mudah, murah, dan cepat, tapi dalam frame yang aman, terkendali, dan valid untuk tata kelola. Kita juga sedang melakukan tata kelola kembali terhadap e-Office, serta risk enterprise yang juga terus dikembangkan,” jelas Dirut Alex.

Dirut Bank NTT menerangkan, penerapan digitalisasi menjadi sebuah prospek yang sangat baik, sehingga Bank NTT terus menyesuaikan diri dengan tuntutan nasabah yang semakin berubah, tapi dengan risiko yang semakin meningkat baik kualitatif maupun kuantitasnya.

“Kita juga harus menyesuaikan diri dengan bisnis model yang baru, karena dunia berubah, selera berubah, dan populasi berubah. BPD tidak punya pilihan lain selain harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan tersebut,” ujar Dirut Alex.