“Kita harus mengajak semua lembaga karena program ekonomi tidak bisa dijalankan sendiri oleh pastor paroki dan DPP atau pun DKP,” jelas pastor Paroki Santa Maria Immaculata Wae Kajong, RD. Bernadus Palus, Pr sembari menambahkan program ekonomi umat merupakan panggilan gereja pasalnya selama ini gereja masih berkonsentrasi pada liturgisentris.
Dalam sebuah cuplikan video siaran TVRI Kupang, yang dishare berkali-kali, disebutkan bahwa saat itu Romo Bernadus menjelaskan bahwa altar harus hidup yakni dengan jalan membawanya ke kebun, di pendidikan dan juga di pasar. Bahkan geliat ekonomi di sana sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Dimana paroki setempat berkolaborasi dengan Bank NTT, membuka berbagai program di Kajong.
“Supaya altar ini hidup, dia harus dibawa ke rumah-rumah, dibawa ke pasar dan juga dibawa ke sekolah. Dengan demikian maka altar itu bisa hidup,”tegasnya. Program ekonomi berkelanjutan dengan thema sejahtera, adil dan ekologis, nantinya juga akan memperhatikan kehidupan sosial umat demi mencegah masalah stunting terutama ibu hamil dan anak-anak. Pihak gereja akan membuka diri dengan pemerintah maupun bank serta masyrakatg guna mencapai program ekonomi.



Tinggalkan Balasan