“Tentunya kita harapkan supervise dan monitoring ketat dari KPU Kabupaten dan jajaran adhoc agar tidak ada permasalahan yang ditemukan dalam proses coklit data pemilih,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Lewoleba Utara, Yohanes Kia, STT kepada media ini mengatakan Pantarlih harus bekerja lebih ekstra dan teliti sehingga bisa mengakurasi data pemilih dengan baik, karena di beberapa tempat, persoalan data ini menjadi krusial.

“Demi keakuratan dan kevalidan data pemilih sebagaimana diharapkan, PPS harus bisa menjelaskan secara detail terkait hal-hal teknis dalam kaitan dengan pemilih baru, pendatang baru atau pemilih pemula, dengan harapan nantinya persoalan data pemilih jangan sampai menjadi bermasalah untuk KPU,” tambahnya.

Seklur Yohanes juga menegaskan, pantarlih ketika menemukan kendala di lapangan, perlu disampaikan kepada pemerintah untuk bersama PPS dan RT setempat dapat menggalang kerja sama untuk menyelesaikannya.

Bahrun Mayeli, Panwaslu Kelurahan Lewoleba Utara, yang juga ditemui GlobalIndoNews di tempat terpisah menghimbau pantarlih yang barusan dilantik, bahwa mulai hari ini, jam ini, menit ini dan detik ini, tanggung jawab atas segala tugas yang berkaitan dengan Pemilu 2024 terpanggul di pundaknya.