Lanjut Doktor Ilmu Hukum Lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini bahwa pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD – HI) merupakan program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah RI melalui Peraturan Presiden No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD HI, dimana ditegaskan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini yang Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini, yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistimatis, dan terintegrasi.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa tenggara Timur, saya mengucapkan selamat datang di Kota Kupang  dan selamat kepada seluruh peserta dalam kegiatan Sharing Pembelajaran Pelaksanaan PAUD -HI ini. Saya berharap dengan dukungan UNICEF Regional NTT dan NTB sebagai mitra pembangunan, yang telah menyelenggarakan kegiatan Sharing Pembelajaran Pelaksanaan PAUD-HI di Kabupaten TTS dan Kota Kupang, dapat menambah dan memperluas wawasan para peserta, dapat meningkatkan proses pembelajaran tentang pelaksanaan PAUD HI, Program Penanganan Gizi di PAUD HI, Program WASH dan Sanitasi, Pemberian imunisasi kepada anak PAUD dan Perlindungan Anak,” harap Wagub NTT.

Politisi Partai Golkar ini juga menaruh harapan besar agar kegiatan tersebut dapat mendorong upaya penurunan angka stunting di Provinsi NTT. Bagi peserta juga diharapkan dapat melakukan berbagai tahapan serta proses secara serius dan detail, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang strategis untuk pengembangan dan pembentukan anak- anak NTT yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

Pada tempat yang sama, Bunda Paud II NTT Maria Fransiska Djogo dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa dalam rangka ikut andil menunjang kemajuan dan kemandirian pendidikan secara berkelanjutan, lebih konstruktif dan positif, untuk meningkatkan kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara,  lembaga PAUD memiliki peran yang sangat penting.

“Kita semua tahu bahwa masa anak usia dini adalah merupakan masa usia yang paling peka, yang tentunya membutuhkan responsasi atau rangsangan pembekalan Pendidikan, yang diawali dari bimbingan orangtua dan dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan. Hal ini tentu membutuhkan dukungan layanan pendidikan, bukan hanya secara internal (dalam keluarga) , tetapi perlu juga dukungan pendidikan secara eksternal, yang bisa difasilitasi oleh lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Pemenuhan kebutuhan esensial perkembangan dan pertumbuhan anak secara holistik integratif sangat menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, sosial emosional dan spiritual,” urai Fransiska Djogo.