“Kita harus secepatnya secara nasional memiliki itu. Sehingga tembakannya jelas, sasarannya jadi jelas. Karena jumlah balita di negara kita bukan jumlah kecil, 21,8 juta,” tutur Jokowi.

Komitmen Jokowi menekan angka stunting diwujudkannya dengan jumlah posyandu yang mencapai 300 ribu serta 10.200 puskesmas yang tersebar di seluruh daerah. Diharapkan dua faskes tersebut dapat menjadi garda terdepan mengurangi kasus stunting di Indonesia.

“Jadi problemnya hanya Puskesmas tidak tersebar merata. Ada 1 kecamatan 7 Puskesmas, 1 kecamatan 2, ada 1 kecamatan kurang dari 1 Puskesmas,” kata Jokowi.

Jokowi juga meminta agar keberadaan posyandu bisa dilengkapi fasilitas-fasilitas seperti yang ada pada puskesmas. Fasilitas seperti USG dan alat timbang harus disediakan di posyandu.

“Untuk mengukur panjang badan atau tinggi anak masa enggak bisa setiap Posyandu ada. Karena Pak Menkes ini dulu pinter, bankir hitung-hitungan uang mestinya lebih pandai Pak Menteri dari pada saya, tahun ini mesti diselesaikan semua,” pungkasnya