“Jadi ini cukup tinggi. Dan angin maksimal bisa mencapai 50 kilo meter per jam. Kalau Seroja kemarin, kecepatan angin yang tercatat 69 kilo meter per jam. Jadi itu lebih dasyat,” terangnya.
Kalak BPBD NTT, Ambros Kodo, menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT sudah mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota sejak BMKG merilis perkiraan awal musim hujan di bulan Oktober 2022 lalu.
“BPBD sudah memberikan informasi kepada masyarakat melalui surat edaran yang ditandatangi Wakil Gubernur NTT Josef Adrianus Nae Soi, dan sudah ingatkan juga Kabupaten/Kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga,” jelasnya.
Menurutnya, ketika memasuki liburan Natal dan Tahun Baru, pihaknya menerima rilis dari BMKG, bahwa ada potensi cuaca ekstrem di Provinsi NTT.
“Setelah itu kita tingkatkan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial yang kita miliki. Apalagi publik sempat resah dengan informasi adanya badai. Padahal yang kita hadapi ini hanya cuaca ekstrem,” ungkapnya.
Menghadapi cuaca ekstrem, kata Ambros, masyarakat diharapkan tenang dan selalu siap siaga, terutama mereka yang berdomisili di lereng gunung, pinggiran sungai, atau dataran rendah di sekitar aliran sungai.





Tinggalkan Balasan